Sabtu, 02 Februari 2013
enterpreneur/wirausahawan
Mitos
Mitos-mitos tentang wirausahawan katanya wirausahawan adalah pelaku, bukan pemikir.Seringkali mereka adalah orang yang sangat metodis sehingga merencanakan tindakan mereka dengan hati-hati.Mereka dilahirkan, tidak diciptakan. Hari ini, pengakuan EAS Adiscipline membantu untuk menghilangkan mitos ini.Seperti semua disiplin ilmu, wirausahawan memiliki model, proses, dan kasus yang memungkinkan topik untuk dipelajari. Mereka adalah penemu, misalnya Ray Kroc, bukan ia yang menemukan waralaba makanan, tetapi ide-ide inovatifnya membuat McDonalds terbesar ke seluruh dunia.
Mereka adalah orang aneh akademik dan sosial, keyakinan bahwa pengusaha adalah akademisi dan sosialisi yang tidak berhasil akibat dari beberapa pemilik usaha yang memulai perusahaan yang sukses setelah putus sekolah atau berhenti bekerja tapi tidak lagi dipandang demikian, saat ini dipandang sebagai seorang profesional. Orientasi wirausahawan adalah uang, uang adalah sumber daya tetapi tidak pernah menjadi tujuan akhir.
Semua membutuhkan keberuntungan, benar bila keberuntungan berada di tempat yang tepat pada waktu yang tepat akan selalu menghasilkan keuntungan. Tapi keberuntungan terjadi ketika persiapan bertemu kesempatan.
Wirausahawan adalah pengambil risiko yang ekstrem (penjudi), sebaliknya bekerja dengan risiko yang diperhitungkan.Wirausahawan bekerja paling sukses keras lewat perencanaan dan persiapan untuk meminimalkan risiko yang terlibat dalam rangka untuk lebih mengontrol nasib visi mereka.
Kelebihan - kelebihan yang dimiliki, yaitu:
Kesempatan untuk mewujudkan cita-cita.
Kesempatan untuk menciptakan perubahan.
Untuk mencapai potensi penuh Anda.
Untuk menuai keuntungan yang mengesankan.
Memberikan kontribusi kepada masyarakat dan mendapatkan pengakuan untuk usaha Anda.
Dapat melakukan apa yang disukai dan bersenang-senang.
Kekurangan yang dimiliki, yakni:
Ketidakpastian pendapatan, mendirikan dan menjalankan bisnis tidak memberikan jaminan akan mendapatkan cukup uang untuk bertahan hidup.
Risiko kehilangan seluruh investasi, tingkat kegagalan bisnis kecil relatif tinggi.
Jam kerja yang panjang dan bekerja keras, dun & Survei bradsheet melakukan survey, 65% dari wirausahawan mencurahkan waktunya 40 jam atau lebih setiap minggunya untuk perusahaan mereka.
Kualitas hidup lebih rendah sampai bisnis didirikan.
Tanggung jawab kompleks, banyak pengusaha diharuskan untuk membuat keputusan mengenai isu-isu di luar bidang ilmu.
Putus asa,sangat membutuhkan dedikasi, disiplin, dan keuletan untuk mengatasinya.
Sikap-sikap yang umum ditemui,yaitu:
Keinginan untuk preferensi tanggung jawab atas risiko yang lebih besar, wirausahawan tidak mengambil risiko secara liar melainkan memperhitungkan terlebih dahulu risiko yang akan diambil.
Keyakinan akan kemampuan mereka untuk berhasil. Biasanya memiliki kepercayan diri terhadap kemampuan mereka untuk berhasil.
Keinginan untuk hasil segera.
Tingkat tinggi energi, lebih energik daripada rata-rata orang.
Orientasi terhadap masa depan. Berorientasi pada masa depan, wirausahawan kurang peduli dengan apa yang telah mereka lakukan kemarin dibandingkan dengan apa yang akan mereka lakukan besok.
Keahlian dalam pengorganisasian, tahu bagaimana menempatkan orang yang tepat di tempat yang tepat.
Secara efektif mencipatakan sinergi antara orang dan pekerjaan, sehingga memungkinkan wirausahawan untuk mewujudkan visi mereka menjadi kenyataan.
Nilai prestasi atas uang.
Menggali diri
Kunci untuk mengidentifikasi jiwa pengusaha adalah dengan cara melihat karakter seseorang, khususnya pada hal-hal yang menjadi kebiasaan, alami dan dilakukan dengan baik. Setiap dari kita, memiliki susunan karakter tertentu yang menjadikan kita, apa adanya. Kami menggunakan kata Tema Karakter untuk menggambarkan unsur-unsur yang membentuk susunan karakter. Mengetahui Tema Karakter Seseorang adalah permulaan.Tema Karakter adalah inti, seperti pusat bola salju yang mengumpulkan lebih banyak salju ketika menggelinding menuruni bukit. Ia mengumpulkan pengetahuan dan pengalaman dalam prosesnya. Tema Karakter membentuk pengetahuan dan pengalaman dalam satu wilayah yang berhubungan. Bila seseorang dengan kreativitas sebagai tema karakter yang dominan, akan memiliki kemampuan lebih untuk mengatasi situasi yang membutuhkan adaptasi dan perubahan dibandingkan dengan yang memiliki tema karakter dengan kreativitas yang lebih rendah. Pengalaman Hidup dapat mengembangkan dan memperkuat tema karakter, tetapi dapat juga menguranginya. Pendidikan dan latihan juga memberikan bentuk dan ukuran bola salju, pentingnya mengetahui tema karakter kita tidak dapat diremehkan sebaliknya semakin cepat kita mengetahuinya akan lebih baik. Wirausahawan memiliki enam tema karakter utama yang membentuk akronim:
F (Focus) untuk fokus,
A (Advantage) untuk keuntungan,
C (Creativity) untuk kreativitas,
E (Ego) untuk ego,
T (Team) untuk tim,
S (Social) untuk sosial.
Ada empat subkategori menjadi wirausahawan:
Penemu, mendefinisikan konsep, unik, baru, penemuan atau metodologi
Inovator, menerapkan sebuah teknologi baru atau metodologi untuk memecahkan masalah baru.
Marketer, mengidentifikasi kebutuhan di pasar dan memenuhinya dengan produk baru atau produk substitusi yang lebih efisien.
Oportunis, pada dasarnya sebuah broker, pialang, yang menyesuaikan antara kebutuhan dengan jasa diberikan dan komisi.
Kemampuan yang Diperlukan
Keterampilan yang dibutuhkan oleh para pengusaha dapat dikelompokkan menjadi tiga area utama: keterampilan teknis seperti menulis, mendengarkan, presentasi lisan, pengorganisasian, pembinaan, bekerja dalam tim, dan teknis tahu-bagaimana(know-how), keterampilan manajemen usaha termasuk hal-hal dalam memulai , mengembangkan, dan mengelola perusahaan. Keterampilan dalam membuat keputusan, pemasaran, manajemen, pembiayaan, akuntansi, produksi, kontrol, dan negosiasi juga sangat penting dalam membangun dan mengembangkan usaha baru. Keterampilan terakhir melibatkan keterampilan kewirausahaan. Beberapa keterampilan ini, membedakan pengusaha dari manajer termasuk disiplin, pengambil risiko, inovatif, teguh, kepemimpinan visioner, dan yang berorientasi perubahan.[6]
Kesalahan umum dan solusi
Berikut adalah sepuluh kesalahan umum yang sering dilakukan oleh wirausahawan, saat awal menjalankan bisnisnya:
Kesalahan dalam Mengelola
Kurangnya Pengalaman
Manajer bisnis kecil perlu memiliki pengalaman jika mereka ingin mengembangkan usahanya.
Kontrol Keuangan Kurang
Bisnis yang sukses membutuhkan kontrol keuangan yang tepat.
Upaya Pemasaran yang Lemah,
Membangun konsumen untuk bertambah secara berkesinambungan membutuhkan usaha, pemasaran secara terus-menerus dan kreatif. Slogan, pelanggan secara otomatis akan datang, hampir tidak pernah terjadi.
Kegagalan untuk Mengembangkan Rencana Strategis.
Gagal dalam merencanakan, berarti gagal untuk bertahan.
Pertumbuhan Tidak Terkendali
Pertumbuhan adalah hal yang alami, sehat dan diinginkan oleh setiap perusahaan. Namun, harus direncanakan dan dikendalikan. Pakar manajemen Peter Drucker berkata perusahaan-perusahaan baru lebih baik untuk memperkirakan pertumbuhan modal hanya setiap peningkatan penjualan 40 hingga 50 persen.
Lokasi Kurang Strategis
Memilih lokasi yang tepat adalah sebagian seni dan sebagian ilmu. Seringkali, lokasi bisnis dipilih tanpa penelitian yang benar, investigasi, dan perencanaan.
Kontrol Persediaan yang Barang Buruk
Pengendalian persediaan barang adalah salah satu tanggung jawab manajerial yang sering terabaikan.
Harga Tidak Tepat
Menetapkan harga yang tepat sehingga menghasilkan keuntungan yang diperkirakan menuntut pemilik bisnis mengerti berapa biaya untuk membuat, memaasarkan dan mendistribusikan barang dan jasa.
Ketidakmampuan dalam Membuat Transisi Entreprenurial
Setelah memulai,akan terjadi pertumbuhan, biasanya membutuhkan gaya manajemen yang sangat berbeda. Pertumbuhan mengharuskan wirausahawan untuk mendelegasikan wewenangnya dan tidak menangani - kegiatan operasional sehari-hari - sesuatu yang tidak bisa dilakukan olehnya.
Berikut adalah solusi untuk mengatasinya:
Mengenal bisnis secara mendalam.
Mengembangkan rencana bisnis yang matang.
Mengelola keuangan.
Memahami laporan keuangan.
Belajar mengelola manusia secara efektif.
Jaga kondisi Anda.
Diambil dari http://id.wikipedia.org/wiki/Wirausahawan
Rabu, 26 September 2012
kunci berwirausaha
Jadi wirausahawan itu katanya seperti naik rollercoaster. Serem dan bikin deg-degan tapi gak sampai bikin mati. Bener gak? ;)
Supaya sukses di dunia wirausaha, ada banyak hal yang harus sahabat ketahui dan pahami. Nah berikut ini wira sudah rangkum jadi "6 Kunci Penting Berwirausaha". Bantu share yaa :)
Benchmarking. Cobalah tiru bisnis yang sudah sukses dan lakukan inovasi agar bisnismu lebih baik dari yang kau tiru
Diferensiasi. Buatlah bisnis yang tak hanya berbeda dari yang lain, tapi juga punya keunikan tersendiri dan sulit ditiru kompetitor.
Added value. Buatlah produk yang memiliki nilai tambah/kelebihan dibanding produk sejenis lainnya.
Partnership. Carilah orang yang satu visi dan ajaklah jadi rekan bisnismu. Bekerja seorang diri hanya akan memberatkanmu.
Networking. Bangunlah relasi seluasluasnya tidak hanya dengan sesama wirausahawan, tapi juga dengan pihakpihak lain yang terkait dengan bisnismu.
Empowerment. Berwirausaha tak sematamata memperkaya diri sendiri, tapi juga memberdayakan orang lain agar bisa hidup lebih sejahtera.
Semoga informasi di atas bisa bermanfaat membantu sahabat untuk lebih memahami dunia wirausaha. Nantikan info-info berikutnya yaa :)
Senin, 17 September 2012
Pekerja yang cerdas
Seberat-beratnya kerja pastilah sudah kita lakukan,namunada yang bagus yaitu menjadi pekerja yang cerdas.
Beberapa hal di bawah ini bisa sebagai panduan untuk menjadi pekerja yang cerdas.
1.Membedakan.
Pilah dulu pekrjaan yang akan di kerjakan.penting,kurang penting atau tidak penting.
2.Prioritas: melakukan pengaturan terukur bedasarkan waktu utk pengerjaan
3.fokus: mengerjakan terus walaupun kadang ada gangguan yg datang secara tiba-tiba,namun
fokus dan terus bekerja suatu keharusan.
4.Penyelesaikan: selesaikan pekerjaan sesuai waktu,jgan sampai kehilangan waktu.lakukan tuntas.
Kamis, 06 September 2012
Rabu, 29 Agustus 2012
Cara melayani pembeli
Seorang pejual adalah pelayan yang baik,karena pembeli adalah majikan yang memberikan uangnya untuk si pelayan. Apabila sang majikan mendapat pelayanan yang tidak baik tentunya dia tidak akan kembali,demikian sebaliknya. Jikalau si pelayan mampu memberikan pelayanan yang baik,tentu sang majikan akan kembali. Bukan berarti penjual sebagai babunya majikan ini hanyalah persamaan kerja.B eberapa hal di bawah ini semoga bermanfaat bagi pembaca:
1. Sapalah pembeli dengan baik.
3 S>>Senyum,Sapa dan Salam
2. Layani permintaan barang yang di inginkan oleh pembeli,Kalaupun tidak ada carikan
persamaan dari barang yang di inginkan tersebut.
3. Bantulah pembeli untuk mengemasi dan membawa barang yang telah di belinya.
4. Kecepatan dan ketepatan yang utama.
SELAMAT BERWIRA USAHA.
Senin, 13 Agustus 2012
Kamis, 02 Juni 2011
Jumat, 20 Mei 2011
MESIN PACKING
ANDA MEMBUTUHKAN MESIN PACKING UNTUK USAHA ANDA.
1. BARU ( NEW MADE )
2. SECOND ( EKS PABRIK )
Setiap produk harus mempunyai kemasan,dan proses pengemasan sangat penting dalam pemasaran produk anda,ataupun punya pemikiran usaha dan butuh teman untuk berbagi pemikiran,hayo saja.kami sangat berbahagia apabila anda berkenan untuk sekedar share tentang kewirausahaan,karena kami juga belajar dari teman-teman termasuk anda. terus bergerak wira usaha. Indonesia butuh pengusaha untuk memajukan bangsa ini.
SALAM SUKSES TANPA BATAS
1. BARU ( NEW MADE )
2. SECOND ( EKS PABRIK )
Setiap produk harus mempunyai kemasan,dan proses pengemasan sangat penting dalam pemasaran produk anda,ataupun punya pemikiran usaha dan butuh teman untuk berbagi pemikiran,hayo saja.kami sangat berbahagia apabila anda berkenan untuk sekedar share tentang kewirausahaan,karena kami juga belajar dari teman-teman termasuk anda. terus bergerak wira usaha. Indonesia butuh pengusaha untuk memajukan bangsa ini.
SALAM SUKSES TANPA BATAS
Kamis, 12 Mei 2011
Sabtu, 05 Februari 2011
Memahami kemunduran usaha
Kejadian tentang berkurangnya omset dan hasil pejualan pasti terjadi dalam setiap usaha yang di jalani.Hal-hal yang menyebabkan kemunduran dalam gerak usaha yang sedang kita jalani,merupakan kejadian yang sangat atau bahkan kita sebut petaka dalam usaha kita.sebuah kejadian tetang kekurangan pemasukan yang jauh dari target yang kita tentukan di awal sering membuat kita merasa kalah ataupun gagal dalam menjalankan usaha tersebut.karena pemahaman kita yang berbeda sehingga kemunduran itu bisa berakibat yang sangat drastis yaitu kebangkrutan ataupun kerugian yang sangat besar,namun sebenarnya sejak awal pola pandang kita tentang usaha yang sedang kita tekuni merupakan sumber dari keyakinan diri kita mengenai rel-rel yang akan kita lalui dan tempuh dalam perjalalanan usaha itu.marilah kita terus berpikir yang baik tentang jalan yang sudah kita pilih ini,karena bersumber dari keyakinan diri kita.Kalaupun sekarang baru mengalami deficit atau pengurangan order dari pelanggan yang kita kagumi selama ini.Anggap saja itu adalah cara kita untuk lebih mengevaluasi perjalanan dan tentunya pelayanan kita terhadap pelanggan.Atau kalau ibarat orang berjalan kaki di trotoar begitu kita bejalan cepat dan di tenggah trotoar terdapat tiang telepon, tentunya kita akan berhenti sejenak atau bergerak kesamping untuk menghindarinya,agar kita tidak menabrak tiang telpon tersebut. Ataupun dengan analogi pencak silat dimana kadang kita harus menarik kaki kiri kita kebelakang agar dapat mengambil ancang-ancang untuk dapat melakukan tendangan kearah lawan yang lebih telak.marilah terus berpikir jernih dan positif. Jangan biarkan kemunduran usaha anda menghancurkan keyakinan teguh yang kita pupuk selama ini.
‘SALAM SUKSES TANPA BATAS’
Senin, 17 Januari 2011
Tips menulis surat penawaran kepada calon pembeli.
1. Tujuan surat sesuaikan dengan target pasar dari produk anda.
Misal : Anda mau menjual boneka untuk anak-anak, tentunya surat penawaran tersebut,
Anda tujukan ke pada ibu-ibu rumah tangga yang memiliki anak.
2. Tuliskan kata salam yang terdengan akrab, sehingga yang menerima surat penawaran tersebut Merasa dekat dengan anda sebagai penjual.
Misal : Asallamuallaikum Ibu….
3. Lampirkan atau tambahkan lembar pemesanan atau cara memesan produk yang anda tawarkan.
4. Ulangi sampai 2 atau 3 kali mengirimkan surat penawaran tersebut.
5. Evaluasi hasil tanggapan dari setiap surat yang sudah anda kirimkan.
6. Jangan buat surat penawaran terlalu meriah, seperti iklan.
Selasa, 11 Januari 2011
Tips menyegarkan otak dari rutinitas
1. Habiskan satu jam setiap harinya dengan tidak berkata apa-apa. Kecuali, untuk menjawab pertanyaan secara langsung, di tengah-tengah kelompok, tanpa menimbulkan kesan bahwa Anda merajuk atau sakit. Cobalah bersikap sebiasa mungkin.
2. Berpikirlan selama 30 menit setiap hari tentang satu subjek. Mulailah dengan berpikir dalam lima menit jika 30 menit terlalu lama.
3. Berbicaralah selama 15 menit per hari tanpa menggunakan kata "Aku", "Saya", dan "Milik saya".
4. Cobalah untuk diam di tengah keramaian
5. Lakukan kontak dengan orang baru dan biarkan ia menceritakan banyak hal soal dirinya tanpa ia menyadari.
6. Ceritakan secara eksklusif tentang diri sendiri dan kesenangan Anda tanpa mengeluh, membual atau membuat bosan teman Anda.
7. Buat rencana selama dua jam per hari dan lakukan rencana itu dengan konsekuen.
8. Buatlah 12 kegiatan yang dilakukan secara acak dan spontan. Misalnya, sepulang mendatangi tempat makan yang belum pernah dikunjungi sebelumnya lalu pulang bukan dengan naik taksi tetapi ojek. Atau, biasanya pada pagi hari Anda minum kopi, minumlah air putih atau jus. Usahakan kegiatan tersebut berbeda dari rutinitas Anda.
9. Dari waktu ke waktu, luangkan setiap harinya menjawab "Ya" untuk setiap permintaan orang lain, tapi tentunya yang masuk akal
DI copy paste dari :
Membuka komunikasi dan jaringan dalam usaha.
Seperti yang sering kali di sampaikan oleh sahabat-sahabat kami sesama wirausahawan. Hal yang sangat di perlukan dalam mengembangkan usaha yang kita tekuni adalah membuka saran komunikasi dengan pihak-pihak di luar diri kita sebagai wirausahawan. Janganlah menutup diri, setiap ketemu dengan orang apapun dan siapapun, adakan pembicaraan-pembicaraan dan kemudian kenalilah dia. Bukankah kita harus bersosial dan kita memang mahkluk social. Apalagi kita sudah menyatakan diri sebagai wirausahawan, setiap orang tentunya punya kebaikan-kebaikan dan pemikiran-pemikiran yang bisa menjadi masukan dan pertimbangan kita menjalankan usaha kita. Atau juga mungkin dia adalah seorang wirausahawan juga, sehingga kita dengan dia bisa menjalin suatu kebersamaan dalam bidang kewirausahaan, ya walaupun hanya berbagi pengalaman, namun itu adalah sebuah temuan besar kita terhadap suatu kesempatan yang tertanam dalam diri orang lain atau orang yang kita kenal. Dengan berkomunikasi kemudian kita berkenalan dengan semua kalangan dan semua orang yang kita jumpai tentunya, akan terjadi jaringan sosial yang sangat menguntungkan buat kemajuan usaha yang kita tekuni. Karena kita merasa semakin yakin dengan pengetahuan kita yang setiap detik bertambah dengan seringnya berbagi dan berkomunikasi dengan orang lain diluar diri kita.
Setelah anda baca tulisan ini perkenankanlah kami memperkenalkan diri dengan tulisan kami ini.
Salam SPEKER( Senyum PEnuhKERjasama )
BambangNY tetuko
Jumat, 07 Januari 2011
Pemikiranku tentang perberdayaan ekonomi rakyat desa.
Hal-hal yang terus berulang ketika, kenaikan harga-harga bahan pokok melambung. Adalah polemic tentang keburukan perokonomian. Sebenarnya banyak sudah program-program yang di gulirkan oleh pemerintah maupun Lembaga-lembaga swadaya masyarakat. Namun hal tentang kesulitan mengatasi melonjaknya harga-harga kebutuhan pokok bagai kemelut tak berkesudahan. Akhirnya yang paling sering muncul adalah saling menyalahkan antara pihak yang mengatas namakan kerakyatan dengan pihak pemangku pemerintahan. Akankah seperti itu terus indonesiaku tercinta. Kenapa kita masih berkutat di lembah perselisihan…? Bukankah memulai untuk diri sendiri adalah tindakan yang lebih riil untuk mengatasi kesulitan ekonomi. Bagi rakyat kecil jangan lah terlalu berharap dengan orang-orang di luar dirinya , karena takdir dan nasib kita sebagai rakyat kecil ada di tangan kita sendiri. Kalau harga cabe melonjak tinggi sampai Rp.100.000, maka saatnya kita memulai menanam cabe di kebun kita. Kalau harga susu tinggi, itulah saatnya kita tanam kedelai di kebun kita, agar kita bisa buat susu kedelai untuk mencerdaskan anak kita calon penerus kerajaan-kerajaan kita nantinya.Mengeluh dan mengerutu tentang carut marutnya keadaan perekonomian kita biar hanya di Televisi dan Koran-koran saja, itu bukan bagian kita terlibat dalam kancah peperangan argument dan pemikiran-pemikiran intelektual yang selalu pragmatis kepetingan. Sudahlah, mari kita mulai mencangkul kembali kebun-kebun kita, untuk di tanami singkong kemudian kita olah jadi singkong rebus untuk di makan bersama keluarga, lebihnya kita olah menjadi keripik balado kita bungkus dan jual kepasar. Jangan terlalu sering hasil kebun kita jual ke tengkulak-tengkulak yang mempermainkan harga. Tetap saja harga cabe mahal tengkulak dan spekulan yang menikmati. Para petani cabe masih saja punya hutang banyak di toko obat-obatan pertanian, percayalah. Kalau sebagai rakyat kecil yang sudah terlatih dengan kelaparan dan kesusahan ya sudahlah, mulailah untuk melirik jengkal-jengkal kebun di halaman rumah. Untuk di tanami bahan makanan. Dan tentunya harus juga memulai untuk memelihara ayam kampung lagi, memelihara kambing dan sapi lagi , biar nanti kalau Hari raya idul Qurban tidak terkena dampak kenaikan harga hewan Qurban, sehingga kita bisa melaksanakan ibadah Qurban sesuai aturan Tuhan tanpa memikirkan kekurangan uang setelah beli hewan Qurban.Bukan saatnya terlibat dalam polemic kusutnya ekonomi Indonesia, saatnya terlibat untuk mengatasi kesulitan pribadi.
SALAM WIRAUSAHA MANDIRI.
Kamis, 06 Januari 2011
Rabu, 05 Januari 2011
Jangan hanya salahkan pemerintah Indonesia.
Mungkin anda sudah jemu dengan keadaan anda sat ini yang sering berhubungan dengan tata kepemerintahan, di mana seringkali kendala2, dalam menjalani usaha terbentur dengan kebijakan-kebijakan yang di putar oleh pelaksana di level bawah.Biarkanlah, saatnya sebagai wirausaha kita mulai membangakan diri walaupun belum bisa naik haji karena keuntungan yang baru cukup untuk beli nasi. Karena sektor riil Merupakan pokok pondasi ekonomi aseli Indonesia. Apa ya terus kita Cuma melihat rakyat yang 250 juta ini hanya sebagai user dari produk2 asing saja. Kita gak berusaha merubut hati 250 juta itu untuk menempatkan kita di salah satu sisinya. Marilah mulai bekerja keras dan terus memaksa otak ini untuk berpikir perbaikan-perbaikan dalam langkah-langkah kewirausahaan yang kita jalani dan tekuni sampai saat ini. Kalaupun kita sibukkkan diri menyalahkan pemerintah, menyalahkan sana-sini . habislah waktu kita ntuk sesuatu yang bukan perbaikan-perbaikan untuk usaha kita.Bukan berarti kita tidak memikirkan aspek ketata pemerintahan karena hal itu juga bisa sangat mempengaruhi usaha yang sedang di jalankan, maksud kami hidari secepatnya dan segera pikiran-pikiran negative yang mengelayut di seluruh rongga2 otak pikiran itu. Gak ada gunanya kita berpikir negative, mari berpikir positif dan terus bergerak ke depan biar tuhan yang menentukan hasilnya, kapan kita bisa naik haji atau mati…!!!.
Keyakinan adalah sumbu nyala semangat usaha.
Memulai.
Sebuah ungkapan yang sangat sederhana, dan penuh arti bagai kami. Karena dengan memulai berarti kita punya suatu kematapan tentang keinginan yang ingin kami capai. Bagaimana dengan anda?. Masih berpikir andaikan2, atau2, apakah?. Sudahlah tinggalkan retorika kata2 yang membuat pudar keyakinan yang terbersit di dadamu itu…!!!. Karena dengan memulai kami jadi mengerti sakitnya jatuh, perihnya tersayat, dan sesaknya di tinggalkan dalam kontekstual dunia usaha.Dengan memulai kami daji lebih mengerti untuk memilih dan memilah serta menbedakan sesuatu dari sudut pandang kewirausahaan. Jangankan sakitnya dan lukanya jatuh bangun, itu tidak seberapa setelah kami berpegangan teguh dengan proses dan dorongan keyakina. ( Wuih…wuihhh…ye that are dude…!!!).Semakin banyak percobaan usaha yang kita lakukan pastinya akan semakin banyak kebutuhan yang di perlukan dan di luangkan tentukan, namun itulah makana dari proses, yang jelas biaya untuk belajat iru memang mahal. Lihat saja biaya anak2 yang di PAUD(Pendidikan AnakUsia Dini ) emang gak pakai biaya dan bukan Merupakan pengeluaran. Namun setelah tahu kalau si anak dapat membaca dengan lancer dan benar yang tadinya buka mulut saja susah, akhirnya rasa syukur pasti makyussssssssss…khan.!!!Ayo mulai saja.
Langganan:
Postingan (Atom)


